Sinyal risiko
Kompas, ANTARA, Saham Daily, UMY — Jun 2026
⚠ Risiko tinggi — pantau ketat
Rupiah menembus Rp18.039/USD — ATH baru
Melemah 10.2% YTD, menembus Rp18.000 untuk pertama kali. Setiap Rp100 pelemahan = +Rp800M defisit. Beban utang LN membengkak otomatis tanpa tambah utang baru. Tekanan utama: gejolak Timur Tengah + harga minyak tinggi.
Defisit APBN proyeksi 3.7% PDB
Melampaui batas UU 3%. Harga minyak ICP $102 vs asumsi APBN $70. Setiap kenaikan $1/barel = +Rp6.8T defisit. Risiko downgrade rating kredit.
BI Rate naik darurat 50bps → 5.25%
RDG 19–20 Mei 2026 memutuskan kenaikan 50bps, melampaui ekspektasi pasar. Siklus penurunan rate (Sep 2025–Mar 2026) berbalik arah total. Risiko perlambatan kredit dan tekanan sektor properti.
BI burden-sharing SBN aktif
BI menanggung sebagian bunga SBN untuk program Asta Cita. Mempertanyakan independensi bank sentral, berpotensi inflasioner jangka panjang.
⚡ Risiko menengah — perhatikan tren
Yield curve semi-flat/mendekati inverted
Spread 10Y–1Y hanya +0.43%. Yield 3Y (6.62%) mendekati 10Y (6.58%). Historis: flattening = sinyal perlambatan ekonomi 12–18 bulan ke depan.
Belanja modal APBN turun ke 8.7% (dari 16.5% di 2017)
Ruang untuk investasi infrastruktur menyempit. Daya ungkit APBN terhadap pertumbuhan melemah struktural.
Utang LN pemerintah USD 214.7 miliar
Ekspansi masif 16 tahun terakhir. Mayoritas denominasi USD. Rupiah lemah = beban langsung membengkak.
PDB Nominal
Rp22.1T
▲ +5.11% yoy
Inflasi (Mei 2026)
3.08%
▼ turun dari 3.48%
Pengangguran
4.85%
▼ -0.41pp yoy
Kemiskinan
9.03%
▼ -0.33pp yoy
Neraca dagang
+$37B
Surplus 44 bulan
Cadangan devisa
$144.9B
▼ 5 bln beruntun · 5.6 bln impor
Pertumbuhan PDB vs Inflasi (2019–2026)
PDB YoY (%)
Inflasi (%)
Komposisi PDB per sektor (2025)
Kebijakan moneter
Bank Indonesia · Trading Economics
BI Rate (%)
Kurs USD/IDR
Cadangan devisa (USD miliar)
Pasar obligasi — yield curve SBN
Trading Economics · PHEI · Jun 2026
⚠
Pasca kenaikan BI Rate 50bps (Mei 2026), yield SBN mengalami repricing signifikan. Yield 10Y naik ke 6.84%. Spread 10Y–1Y hanya +0.44%. Siklus hiking baru yang dipicu perang di Timur Tengah + pelemahan rupiah melampaui Rp18.000.
Kurva yield SBN — sekarang vs 1 tahun lalu
Jun 2026
Apr 2025
Spread yield 10Y–2Y dan 10Y–1Y (%)
10Y–1Y
10Y–2Y
⚠ Area merah = zona negatif (inverted). Spread tipis = sinyal perlambatan ekonomi.
Tren defisit APBN (% PDB)
Garis merah = batas UU 3% PDB. 2026 proyeksi melampaui batas.
Utang luar negeri pemerintah (USD miliar)
Porsi belanja modal APBN vs total belanja (%) — tren menurun struktural
⚠ Porsi belanja modal turun dari 16.49% (2017) → 8.70% (2026). Ruang fiskal untuk pertumbuhan semakin sempit. — Sumber: ANTARA / NEXT Indonesia Center, Jun 2026
Perdagangan internasional
BPS · USD miliar
Ekspor vs Impor (USD miliar)
Ekspor
Impor
Tujuan ekspor utama (% share, 2025)
Perbandingan ASEAN-6
IMF WEO Apr 2026 · Trading Economics
| Negara | PDB Growth | Inflasi | Suku bunga | PDB/kapita | Utang/PDB | Defisit/PDB |
|---|
Sumber data independen